31 Maret 2009

CARA 2

MEMBUAT JANJI BERTEMU

Membuat janji untuk bertemu prospek adalah salah satu cara untuk efisiensi waktu Anda, sekaligus untuk menyeleksi calon prospek. Kesuksesan Anda dalam membuat jaringan dimulai dari cara Anda membuat janji pertemuan.

Tujuan :

1. Membuat janji bertemu agar Anda bisa menjelaskan bisnis ini secara lengkap kepada prospek dalam daftar nama Anda

  1. Membangun jaringan dengan pendekatan yang professional

Pertemuan yang dimaksud adalah :

One on One : dimana Anda bertemu dengan seseorang di suatu tempat yang telah Anda tentukan atau di rumah prospek.

Home meeting : baik yang Anda adakan sendiri di rumah Anda maupun turut dalam pertemuan home meeting yang diadakan oleh upline Anda di salah satu grupnya.

OSP(Optimal Solution Presentation) : Pertemuan besar yang diadakan di tempat tertentu seperti Hotel, Gedung, dll.

10 Prinsip dasar dalam membuat janji pertemuan :

Anda hanya membuat sebuah janji untuk bertemu. Keberhasilan meyakinkan orang adalah pada saat orang tersebut bersedia duduk dan mendengarkan presentasi bisnis Anda secara lengkap. Jangan mencoba untuk menjelaskan bisnis ini sepotong-sepotong. Hal tersebut dapat membuat prospek Anda memiliki persepsi yang salah mengenai bisnis ini. Untuk membuat janji secara profesional ada 10 prinsip dasar :

1. SIKAP

Sikap yang harus Anda miliki pada saat membuat janji adalah "sikap memberi peluang". Anda memberikan mereka sebuah peluang usaha, dan mereka mempunyai kesempatan untuk mengevaluasi peluang tersebut. Jika mereka mengambil kesempatan tersebut dan sukses, mereka akan sangat berterima kasih kepada Anda.

2. SEDIAKAN 2 ALTERNATIF WAKTU

Buka agenda kerja Anda, sediakan 2 waktu terlebih dahulu sebelum Anda membuat janji. Minta waktu pada upline Anda jika Anda masih baru di bisnis ini.

3. GUNAKAN TELEPON

Apabila memungkinkan, gunakan telepon untuk membuat janji. JANGAN mencoba atau terpancing untuk menjelaskan bisnis ini melalui telepon. Dengan telepon Anda bisa membatasi waktu sehingga memperkecil adanya pertanyaan yang memaksa Anda untuk menjelaskan bisnis ini disaat Anda belum siap. Membuat janji melalui telepon juga memungkinkan Anda membaca skrip membuat janji, jika Anda masih baru. Jika Anda berada di posisi memungkinkan untuk membuat janji tanpa menggunakan telepon, lakukan saja, tapi tetap Anda jangan menjelaskan bisnis ini secara sepotong-sepotong.

4. BASA BASI SINGKAT

Anda bisa memulai berbicara dengan basa-basi singkat mengenai keluarga (Family), pekerjaan (Occupation), hobi (Recreation). Jangan terlalu lama berbasa-basi, sebisa mungkin temukan "hot button" (sesuatu hal yang memotivasi seseorang) prospek Anda tersebut. Tapi jika tidak bisa menemukan hot button, tidak apa, Anda langsung masuk ke prinsip berikutnya.

5. ALASAN BICARA SINGKAT (ABS)

Ciptakan keterbatasan waktu di saat Anda memuat janji bertemu. Keterbatasan waktu juga untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang memaksa Anda untuk menjelaskan bisnis ini melalui telepon.

6. DAPATKAN/COCOKKAN WAKTU DENGAN PROSPEK

Sebelum mengundang prospek Anda, pastikan bahwa pospek Anda tidak memiliki acara pada hari yang telah Anda tetapkan sebelumnya.

7. UNDANG PROSPEK ANDA

Undang prospek Anda dengan menyebutkan waktu yang spesifik

(contoh: Senin pukul 18.45).

8. KEMUKAKAN TOPIK KREATIF

Hindari istilah-istilah seperti "upline", "MLM", "jualan", nama produk, nama "BAE". Lebih baik jika Anda mengatakan : "proyek", "menciptakan pasar" atau langsung ke hot button orang tersebut jika Anda sudah tahu pasti apa hot button prospek Anda tersebut.

9. KONFIRMASI

Lakukan konfirmasi 12 jam sebelum waktu presentasi yang telah Anda tetapkan. Hal ini penting sekali karena kebanyakan orang tidak memiliki agenda kerja, sehingga sering orang melupakan janji yang telah dibuat.

Contoh konfirmasi :

"Pak Budi, jika seandainya ada sesuatu hal yang amat sangat penting membuat pak Budi tidak bisa hadir, tolong telepon saya sebelumnya agar saya bisa mendapatkan orang pengganti pak Budi."

10. ROLE PLAY / LATIHAN

Latihan dengan sponsor atau upline Anda dalam sebuah simulasi sangatlah dianjurkan terutama bagi Anda yang masih baru. Biarkan mereka membantu Anda melakukan beberapa undangan pertama.

Catatan Penting !!!

Buatlah janji bertemu dengan pasangan mereka, bila yang Anda undang sudah menikah. Hal ini dimaksudkan agar mereka memiliki informasi yang utuh dari sumber yang benar (Anda), dan bukan dari pasangannya yang baru satu kali melihat presentasi bisnis.

Beberapa Contoh Membuat Janji

CONTOH #1

"Halo Budi, ini dengan ________ . Saya tidak mempunyai banyak waktu sekarang karena saya sedang ada di kantor. Saya dan istri saya sedang merintis sebuah bisnis dengan prospek yang menjanjikan. Kami ingin Anda dan istri dapat bekerjasama dengan kami. Tentunya saya tidak tahu apa ini menarik bagi Anda, tapi kami sudah menyiapkan prospektusnya. Bisakah Anda hadir hari Kamis pukul 19.30 untuk mendiskusikan prospectus tersebut secara lebih terperinci bersama dengan beberapa rekan saya?"

Budi : "Mungkin bisa, tapi tentang apa bisnisnya ?"

"Itulah sebabnya kami undang Anda berdua untuk hadir hari Kamis nanti, karena saat ini tidak mungkin saya jelaskan lewat telepon. Bisakah Anda memastikan untuk hadir pukul 19.30 tepat?"

Budi : "OK. Akan saya usahakan. ("Jangan pernah terima dengan kata "saya usahakan")

"Pak Budi, bisakah pak Budi memastikan hadir? Hal ini penting karena saya ingin kenalkan pak Budi dengan rekan saya."

Budi : "Baiklah. Saya akan datang."

"OK, kalau begitu. Dan seandainya ada hal yang sangat mendesak yang membuat pak Budi tidak bisa hadir, tolong telepon saya sehingga saya bisa mencari rekan usaha yang lain. Sampai jumpa Kamis malam."

CONTOH #2

"Hai Roy, ini dengan ______. Saya lagi buru-buru mau menjemput anak saya. Begini, istri saya sedang mencari mitra untuk bisnis barunya. Dari kriteria yang dia cari, sepertinya Anda dan Janet cocok sebagai mitra bisnisnya. Hasil yang bisa diperoleh cukup menarik. Kami mengadakan pertemuan kecil pada hari Selasa malam. Kami ingin Anda berdua hadir untuk mempelajari peluang tersebut".

Roy : "Kedengarannya menarik sekali tapi bisakah Anda jelaskan lebih lanjut?"

"Tentu saja. Tapi sayangnya waktu tidak memungkinkan saya untuk menjelaskan saat ini. Nanti hari Selasa malam kami akan jelaskan diagram dan angka-angkanya. Bisakah Anda hadir pukul 19.30?"

Roy : "Baiklah. Saya akan datang"

"Baiklah. Jangan lupa ajak istri Anda juga. Dan jika ada hal penting sekali yang dapat membatalkan kedatangan Anda, tolong telepon saya segera supaya saya dapat mencari penggantinya. Sampai jumpa".

CONTOH #3"

Hai Roy. Saya tidak memiliki banyak waktu saat ini, tapi kebetulan saya teringat Anda. Begini Roy, usaha saya saat ini berkembang pesat sekali. Untuk itu saat ini saya butuh beberapa partner bisnis untuk menghandle beberapa jalur distribusi. Keuntungan yang bisa dihasilkan sangat besar. Saya tahu Anda sibuk dan belum tentu cocok, namun saya ingin Anda melihat portfolio yang telah saya siapkan pada hari Rabu malam. Beberapa rekan saya juga akan hadir disana. Bisakah Anda dan istri Anda hadir pukul 19.30?"

CONTOH #4 Membuat janji dengan teman dekat/akrab

Gunakan kata-kata yang biasa Anda pakai, tidak perlu mengubahnya menjadi terlalu resmi/formal. Jika Anda mengetahui ambisi dari teman Anda tersebut, itu lebih menguntungkan Anda dalam membuat janji.

Budi : "Anto, ini gue, Budi. Lu masih serius ingin ganti mobil? Udah dapet belum mobilnya?"

Anto : "Masih dong! Emang lu sekarang jualan mobil?"

Budi : "Enggak. Gue kemarin ketemu beberapa rekan lama gue, dia lagi ekspansi bisnis besar-besaran dan ngajakin gue join. Gue sih udah OK karena istri gue mau bantuin juga. Tapi mereka masih butuh beberapa orang lagi, salah satunya yang punya background bank kayak lu. Makanya gue inget lu. Bisa nggak lu gue kenalin ke mereka?"

Anto : "Wah, asyik kayanya. Bisa aja, kapan?"

Budi : "Gue kebetulan janji ama dia ketemu di rumah gue hari Rabu nanti jam 7 malam. Lu bisa datang nggak ama istri lu?"

Anto : "Bisnisnya apaan sih?"

Budi : "To, gue nggak bisa jelasin disini, tapi intinya nanti kita pegang beberapa jalur distribusi mereka. Yang mana nanti dijelaskan lengkap detilnya. Gue tahu lu sibuk, makanya gue juga undang istri lu, siapa tahu bisa dihandle bareng kaya gue. Istri lu bisa khan?"

Anto : "OK. Nanti gue usahain datang."

Budi : "To, lu bisa pastiin nggak? Soalnya gue mesti kasih konfirmasi juga ke mereka soal lu."

Anto : "OK deh. Gue pasti datang."

Budi : "OK To, jangan lupa ajak istri lu. Sampai ketemu Rabu malam. Oya kalo sampe lu kagak bisa datang, lu telepon gue sebelumnya ya?"

Anto : "Beres!"

Budi : "OK, see you, bye"

CONTOH #5 - Membuat janji dengan referensi

Hari : "Selamat siang Bpk Adi, ini Hari. Saya tahu nama Bapak dari Pak Hendro."

Adi : "O ya. Ada apa ya?"

Hari : "Begini Pak Adi, saya kemarin berbicara panjang dengan pak Hendro mengenai sebuah bisnis. Pak Hendro bilang, Bapak orang yang cocok seperti orang yang saya cari untuk partner bisnis saya. Namun tentunya saya tidak dapat mengetahuinya sebelum saya menjelaskan bisnis tersebut kepada Bapak. Apakah Bapak memiliki waktu setengah jam saja dimana kita bisa bertemu?"

Adi : "Bisnis apa ya? Bisakah dijelaskan sedikit"

Hari : Justru itu Pak Adi. Saya akan memberi gambaran singkat mengenai bisnis tersebut. Apakah kamis malam Bapak sibuk?"

CONTOH #6

Anda : "Pak Anto, punya teman atau kenalan di Malaysia?"

Anto : "Enggak."

Anda : "Kalau di Rusia?"

Anto : "Enggak."

Anda : "Kalau di Australia?"

Anto : "Enggak!...ada apa sih kok pake luar negeri segala?"

Anda : "Begini Pak Anto, saya baru mencari teman di luar negeri untuk saya ajak masuk ke asosiasi perdagangan international."

Anto : "Apa itu?!"

Anda : "Pak Anto bisa datang aja ke rumah saya hari Senin jam 7 tepat untuk lihat proposalnya?"

CONTOH #7

Anda : "Pak, asam uratnya (atau sakitnya yang lain yang sudah pasti) masih sering kambuh?

Anto : "lya tuh... ada apa?"

Anda : "Kebetulan saya punya teman yang punya solusi penyakit Bapak itu. Dia bekerja sama dengan perusahaan dari Amerika dan akan memberikan informasi kesehatan di rumah saya pada hari Senin jam 7 malam. Gratis Pak, tapi tempat terbatas. Kalau Bapak bisa memastikan datang, saya akan daftarkan. Bisa Pak?"

Beberapa pertanyaan akan muncul pada beberapa orang yang Anda temui. JANGAN TERPANCING untuk menjelaskan bisnis ini sepotong-sepotong. Jawablah pertanyaan tersebut dengan diakhiri sebuah pertanyaan, agar Anda tetap mengontrol pembicaraan.

Tanya : "Bisnis apa ini?"

Jawab : "Itulah sebabnya maka saya mengundang Anda. Apakah Anda bisa hadir pukul 19.45?"

Tanya : "Tolong beri gambaran sedikit saja."

Jawab : "Saya tidak bisa menjelaskan secara detil. Tapi pada intinya kita akan mengkoordinir jalur-jalur distribusi dan menciptakan pasar-pasar baru. Bisa nggak Anda hadir untuk mendiskusikan lebih lanjut?"

atau

Jawab : "Saya tidak mungkin mejelaskan proyek 2 milyar melalui telepon. Bisakah Anda hadir tepat waktu agar kita bisa membahas proyek secara lebih rinci?"

Tanya : "Apakah perlu modal besar untuk bisnis tersebut?"

Jawab : "Pak, di bisnis ini kita ingin mencari uang, bukan menghamburkan uang. Modal di bisnis ini sangat kecil dibandingkan dengan hasil yang dapat dicapai. Apakah Bapak bisa hadir 15 menit lebih awal?"

Tanya : "Apakah kita disuruh berjualan nantinya?"

Jawab : "Bapak suka berjualan atau tidak?"

Apapun jawabannya (suka atau tidak) jawaban sama :

Jawab : "Kalau begitu cocok sekali Pak Anto. Bagaimana kalau kita bertemu hari Senin jam 7 malam?"

Tanya : "Apakah ini MLM ?"

Jawab : MLM??! Yang Bapak maksud MLM itu apa pak?"

Tanya : "Ya seperti perusahaan X itu, yang . . .." (dengarkan saja, jangan berdebat!)

Jawab : "Saya tidak tahu mengenai perusahaan X itu Pak. Tapi teman saya yang bekerja sama dengan perusahaan ini sekarang sukses. Kata dia, kerja kita membuat pasar dan sekaligus memiliki pasar tersebut. Mengapa Bapak tidak memastikan sendiri dengan datang hari Senin jam 7 malam?"

Catatan Penting !!!

Jangan PERNAH berdebat terhadap keluhan-keluhan prospek Anda. Jangan langsung memberikan tanggapan terhadap pendapat mereka. Biasanya mereka hanya pernah mendengar bisnis MLM dari teman atau relasi mereka yang gagal menjalankan bisnis ini.

Jangan pernah berbohong kepada prospek. Jangan membuat janji dengan alasan untuk makan-makan, reuni, dll. Jika mereka merasa dibohongi, mereka akan tidak senang dengan Anda. Andai mereka tertarik pun, mereka akan bergabung dengan orang lain karena sudah ada perasaan tidak senang dengan Anda.

Undang dengan jumlah dua kali lipat dari jumlah yang Anda harapkan akan hadir. Jika Anda berharap ada 10 orang yang hadir, undang 20 orang yang mengatakan "bersedia" untuk hadir. Jangan pernah menyerah bila ternyata tidak ada yang hadir.

Cara ini tidak selalu berhasil. Apa yang ada dalam tulisan ini adalah merupakan panduan standar urut-urutan untuk membuat janji. Kreasi Anda diperbolehkan dan dengan situasi yang disesuaikan dengan siapa kita mengundang. Namun kreatifitas Anda harus terbatas pada hal-hal yang DAPAT DIDUPLIKASI. Konsultasikan pada upline aktif Anda.

Berlatihlah membuat janji dengan cara yang profesional.